Look at This, Hal Baik atau Buruk, sih?

Pariwisata di Indonesia cukup terkenal dan menjadi sorotan bagi publik maupun turis asing. Salah satu contoh pariwisatanya yaitu pantai dan laut. Indonesia memiliki beragam pantai dengan jumlah yang banyak dan sangat diminati sebagai salah satu destinasi. 

Kenapa begitu diminati? Karena pantai di Indonesia dapat digunakan sebagai tempat snorkeling, diving, ataupun hanya sekedar berjemur di tepi pantai.

Pantai yang bersih, jernih, dan banyak satwa laut menjadi poin utama para snorkeler, karena tujuan utama snorkeling untuk melihat keindahan di bawah laut. 

Lalu ini bagaimana?


Menurutku, dengan keadaan seperti ini tentunya akan sangat berdampak pada ekosistem laut dan juga bidang pariwisata itu sendiri. Ekosistem laut yang merusak karena sampah menumpuk, dan juga menjadi halangan bagi para snorkeler karena tidak dapat melakukan snorkeling disitu. 

Nantinya banyak pengunjung atau wisatawan (salah satunya snorkeler) akan tidak tertarik lagi berkunjung ke pantai tersebut karena dinilai kurang bersih. Sektor pariwisata disini akan merugi.

Lalu? 

Ikan hiu paus bintik putih atau nama latinnya rhincodon typus ini jarang di temui karena memang habitatnya di dalam laut, kalau ingin melihat kita harus melakukan Diving, makanya tak heran ini menjadi pengalaman yang baru. 

Munculnya Paus Bintik Putih ini ke bibir pantai menjadi hal yang mengegerkan warga sekitar. Banyak yang berbondong-bondong mendokumentasikan lalu di posting ke media sosial. Lantas? 

Dengan fenomena atau kejadian seperti ini, apalagi sampai upload ke media sosial yang pastinya akan dilihat orang banyak, akan memunculkan rasa penasaran. Dengan hal itu orang berbondong-bondong datang ke lokasi untuk berswafoto dan upload, repeat.

Hal ini akan meningkatkan sektor pariwisata, karena kertertarikan pengunjung untuk melihat Paus tersebut tingkat pengunjung menjadi ramai. Dan juga menjadi perbincangan di ranah media sosial. Padahal sebenarnya sungguh prihatin kalau Paus yang habitatnya di bawah laut tiba-tiba terdampar ke bibir laut, takutnya populasinya akan berkurang. Namun, karena ini adalah seperti kesempatan untuk menjadikan Paus tersebut objek wisata yang "sepertinya" juga menguntungkan, So What Do You think? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Film "Split (2017)" Satu Tubuh Banyak Kepribadian.

Analisis Gaya Kepemimpinan Presiden Jokowi dalam Acara KTT G20 di Bali.