Analisis Gaya Kepemimpinan Presiden Jokowi dalam Acara KTT G20 di Bali.
Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali adalah pertemuan ketujuh belas Kelompok Duapuluh. KTT telah dilaksanakan di Bali, Indonesia, pada tahun 2022. Presidensi Indonesia berlangsung sejak 1 Desember 2021 hingga KTT pada kuartal keempat tahun 2022. KTT G20 dilaksanakan pada tanggal 10 November - 17 November 2022.
G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. G20 sendiri terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa (UE). Negara yang terlibat antara lain adalah Amerika Serikat, Afrika Selatan, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korsel, Rusia, Perancis, China dan Turki. Sebagai tuan rumah G20, Indonesia mengusung sebuah tema, yaitu “Recover together, recover stronger“. Tema tersebut memiliki makna mengenai perlunya pemulihan yang inklusif bagi semua negara dengan cara saling bekerja sama. Tema tersebut diangkat dengan dilatarbelakangi oleh munculnya krisis multidimensional yang ditimbulkan dari pandemi covid-19.
Dari negara-negara diatas, saya memilih Presiden kita yaitu Bapak Joko Widodo untuk di analisis gaya kepemimpinannya.
Presiden Jokowi atau Ir. H. Joko Widodo adalah presiden Indonesia yang mulai menjabat sejak tanggal 20 Oktober 2014. Terpilih dalam Pemilu Presiden 2014, Jokowi menjadi presiden Indonesia pertama yang bukan berasal dari elite politik atau militer Indonesia.
Sebagai tuan rumah G20, Presiden Jokowi dapat dikatakan berhasil menyelenggarakan acara ini dengan baik dan lancar. Dengan gaya kepemimpinan beliau yaitu gaya kepemipinan karismatik. kepemimpinan karismatik disebutkan bahwa pemimpin yang disebut karismatik adalah pemimpin yang memiliki pengikut yang membuat atribusi heroik atau kemampuan kepemimpinan yang luar biasa ketika mereka mengamati perilaku tertentu (Robbins & Judge, 2013). Menurut House in Emilisa (2007) bahwa seorang pemimpin karismatik memiliki pengaruh yang tidak biasa pada pengikutnya. Pengikut dari pemimpin karismatik ini percaya bahwa kepemimpinan yang dianut pimpinannya benar, menuruti pemimpinnya tanpa ada pertanyaan, memiliki keterlibatan emosional terhadap misi kelompok atau organisasi, percaya bahwa mereka bisa memberikan kontribusi atau kesuksesan misinya, dan memiliki tujuan bagi kinerja yang baik.
Presiden Jokowi dinilai dapat menjalin hubungan serta memperkuat relasi dengan negara lainnya. Dengan model kepemipinannya, beliau mampu menciptakan kedamaian dan kerukunan baik secara internal maupun eksternal. Presiden Jokowi pun sangat di senangi dengan pemimpin negara-negara lain. Kemudian dengan mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah G20 ini secara tidak langsung Presiden Jokowi mendongkrak perekonomian Indonesia khususnya daerah Bali. Banyak negara yang mulai berkontribusi ke Indonesia. Dengan gaya kepemimpinan Presiden Jokowi ini banyak memberikan keuntungan bagi Indonesia.
Hal yang menarik di acara KTT G20 menurut saya adalah, jamuan makan malam dengan mengenakan batik. Sejumlah pemimpin negara mengenakan batik sebagai dresscode pada saat Welcoming Dinner (15/11) di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK). Batik sendiri merupakan warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Hal ini menjadi menarik karena secara tidak langsung kita mempromosikan batik sebagai salah satau cindera mata ke negara lain, selain itu kita memberitahukan bahwa batik merupakan salah satu budaya dari Indonesia yang melekat dan sudah di akui di dunia.
sumber :
https://ips.or.id/model-dan-gaya-kepemimpinan-karismatik-sebagai-model-dan-gaya-ideal-presiden-indonesia-analisis-peran-presiden-jokowi-dalam-presidensi-g20/


Komentar
Posting Komentar