Fenomena 4 Tipe Manusia
Hi, Hello, Annyeong
Halo semuanya, perkenalkan namaku Natalia Intan S dari Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Widya Mataram. Ini adalah kali pertamaku menulis sebuah blog, dan kali ini aku akan membahas tentang fenomena sosial yang meliputi 4 tipe manusia di dalam kehidupan sehari hari. Tapi sebelum itu aku akan menjelaskan apa itu 4 tipe manusia. Lets get it!
Menurut Imam AL-Ghazali manusia dibagi menjadi empat golongan:
Pertama, Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri (Seseorang yang tahu berilmu dan dia tahu kalau dirinya tahu). Tanpa bermaksud menghujat yang lain, manusia jenis atau golongan ini merupakan golongan manusia yang paling baik. Sebab, orang yang tahu bahwa dirinya mengetahui merupakan perilaku orang pintar, memiliki kemapanan ilmu. Dan dia mengetahui bahwa ilmu yang didapat harus benar-benar dimanfaatkan untuk umat.
Terhadap golongan pertama ini, kita harus mengikuti, menghormati,dan meneladaninya dalam kehidupan sosial, politik, agama dan lainnya.
Kedua, Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri (Seseorang yang tahu berilmu, tapi dia tidak tahu kalau dirinya tahu).
Golongan kedua ini sering kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Bahwa orang ini sebenarnya memiliki potensi atau kemapanan ilmu, akan tetapi tidak menyadari atau mengoptimalkannya untuk keperluan umat. Sehingga, orang pada golongan ini dianalogikan bak “macan tidur”.
Ketiga, Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri (orang yang tidak tahu dan mengetahui bahwa ia tidak tahu).
Secara singkat dan sederhana, golongan manusia ketiga ini adalah mereka yang sedang dalam proses mencari ilmu. Artinya, mencari ilmu orang disini lebih kepada berangkat dari sesuatu yang tidak diketahui akan tetapi ia berusaha keras untuk mengetahuinya.
Menurut Imam Ghazali, jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannnya. Jadi, golongan ini bisa dikatakan belum memiliki kapasitas ilmu yang memadai, akan tetapi dia tahu dan menyadari fakta tersebut sehingga ia berusaha keras untuk belajar dan mengejar ketertinggalan.
Keempat, Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri (orang yang tidak tahu dan tidak mengetahui bahwa ia tidak tahu).
Alfandi dalam Ihya ‘Ulumuddin; Filsafat Ilmu dan Kesucian Hati di Bidang Insan dan Lisan, mengatakan bahwa jenis manusia keempat ini paling buruk, jika tidak mau menggunakan kata “bodoh”. Celakanya, model manusia seperti ini susah diingatkan, ngeyelan, selalu merasa tahu, memiliki ilmu, berhak menjawab semua persoalan, padahal ia tidak mengetahui apa-apa. Sehingga, kita dapat mengatakan kepada manusia golongan terakhir ini bahwa apa yang ia ucapkan lebih banyak menyesatkan karena tidak memiliki landasan keilmuan yang jelas dan mapan.
(source: https://pesantrenattaqwasragen.or.id/index.php/read/12/4-golongan-manusia-menurut-imam-al-ghazali )
Secara singkat, orang yang tahu bahwa ia tahu adalah orang yang berpengetahuan. Contohnya, seseorang belajar atau mencari ilmu sedalam dalamnya. Ia bertanya kepada orang lebih tau dan ia mencari tahu sendiri pula. Setelah mendapatkan ilmu nya, karena ia tau ia berilmu ia membagikan serta mengajar mereka yang belum tau. Fenomena sosialnya seperti tokoh tokoh agama yang mana ialah Ulama, Ustad, Pendeta, Pastor, Biksu, Pemangku, Xue Shi. Mereka belajar atau mendalami ilmu agamanya, selain untuk pengetahuan diri sendiri merekapun belajar untuk mengajarkan umat yang belum tau ilmu agama mereka. Bukan hanya tokoh agama ya teman teman, dosen atau guru juga termasuk loh! Bukan persoalan profesi tetapi personalan pribadi diri sendiri.
Orang yang tahu bahwa ia tak tahu adalah orang yang selalu berusaha ingin tahu dengan bertanya atau mencari tahu. Contoh fenomena sosialnya, yaitu pada saat kelas sedang berlangsung dosen atau guru sedang menjelaskan sebuah materi, aku sebagai audien tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh dosen tersebut. Karena aku tahu bahwa aku tidak tahu, aku segera menanyakan kepada dosen tersebut. Karena aku masih merasa kurang jelas terhadap penjelasan dosen tersebut, aku akan mencari tahu sendiri dan mempelajarinya sampai aku paham.
Orang yang tidak tahu bahwa ia tahu adalah orang yang tidak memiliki kemampuan dalam memberikan suatu keputusan pada sebuah objek. Contohnya fenomena sosialnya, dalam sebuah organisasi kami sebagai anggota wajib untuk mengenal potensi yang dimiliki diri sendiri. Aku sebagai orang yang tidak tahu bahwa aku tahu, merasa tidak memiliki potensi, bakat atau bahkan hobi. Aku juga susah untuk memutuskan sebuah pilihan karena tidak tahu bahwa aku tahu.
Orang yang tidak tahu bahwa ia tidak tahu adalah orang yang sok tahu dan bodoh. Contoh fenomena sosialnya, pada saat melakukan diskusi terhadap sebuah isu yang sedang panas, aku mengutarakan hal yang sesat dan asal, padahal aku sendiri tidak tahu kebenaran atau fakta yang aku ucapkan. Saat dikritik aku akan selalu membantah dan akan tetap teguh pada pendirianku. Karena aku tidak tahu bahwa aku tidak tahu, aku tidak mencari tahu. Itu sebabnya, tipe manusia yang ini dapat dikatakan manusia buruk atau bodoh.
Wah, kira kira temen temen pada paham tidak ya? Semoga bisa paham ya, aku selaku penulis blog ini minta maaf apabila ada kesalahan kata atau bahasa.
Anyways, have good friends, have good peers, surround yourself with good people cuz youre good person too – MK
Sampai ketemu lagi! ^^
Komentar
Posting Komentar